Jumat, 13 Januari 2017

Ketahanan Nasional

A.    Tujuan Nasional. Falsafah dan Ideologi Negara
Tujuan nasional menjadi pokok pikiran ketahanan nasional karena sesuatu organisasi dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan akan selalu berhadapan dengan masalah-masalah internal dan eksternal sehingga perlu kondisi yang siap utnuk dihadapi.
Tujuan Nasional
Tujuan ketahanan nasional pada dasarnya untuk menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (AHTG). Jadi semakin kuat ketahanan nasional suatu bangsa semakin dapat menjamin kelangsungan hidup atau survival hidup suatu bangsa dan Negara.
Oleh karena itu, sekarang yang dibutuhkan adalah bagaimana membangun ketahanan nasional nasional secara bottom up approach melalui pembinaan tingkat ketahanan dari mulai ketahanan nasional, ketahanan daerah, ketahanan lingkungan, ketahanan keluarga dan ketahanan pribadi.
Dengan pembangunan ketahanan nasional melalui pendekatan dari bawah maka diharapkan dapat tercapai kondisi keamanan nasional yang menjamin kelangsungan hidup bangsa dan Negara dan sekaligus pelaksanaan pembangunan di berbagai daerah.
Falsafah
Falsafah adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mcngenai kehidupan yang dicita-citakan. Falsafah juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan. 
Falsafah dan ideology juga menjadi pokok pikiran. Hal ini tampak dari makna falsafah dalam Pembukaan UUD 1945 yang berbunyi sebagai berikut:
Alinea pertama menyebutkan: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Yang artinya : Kemerdekaan merupakan Hak Asasi Manusia.
Alinea kedua menyebutkan: “dan perjuangan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil dan makmur.”

Yang artinya : adanya masa depan atau cita-cita yang harus diraih.
Alinea ketiga menyebutkan : “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini Kemerdekaannya.”

Yang artinya : bila Negara ingin mencapai cita-cita maka kehidupan berbangsa dan bernegara harus mendapat ridho dari Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan dorongan spiritual.
Alinea keempat menyebutkan : “Kemerdekaan dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan social, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dan berdasarkan:”
Yang artinya : wadah kelembagaan. Itu menunjukkan bahwa pembebasan hanya mungkin dicapai melalui pembentukan negara RI yang berkedaulatan rakyat dengan tujuan melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Ideologi Negara
Ideologi berasal dari kata idea, yang artinya pemikiran, konsep, atau gagasan dari kata logos, yang artinya pengetahuan. Secara sederhana ideologi berarti pengetahuan tentang ide-ide, keyakinan atau gagasan. Secara lebih luas, ideologi adalah seperangkat prinsip-prinsip yang dijadikan dasar untuk memberikan arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam melangsungkan dan mgngembangkan kehidupan nasional suatu bangsa dan negara. Dari pengetahuan ideologi ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam konsep ideologi terkandung hal-hal sebagai berikut :

1.      Berisi prinsip-prinsip hidup berbangsa dan bernegara.

2.      Menjadi dasar hidup berbangsa dan bernegara.
3.      Memberikan arah dan tujuan dalam hidup berbangsa dan bernegara.
Bagi bangsa Indonesia, sudah jelas dan tegas bahwa yang menjadi ideologi nasional kita adalah Pancasila seperti yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea IV. Pancasila adalah dasar negara dan juga sebagai pandangan hidup bangsa ini memiliki nilai-nilai yang memberikan arah dan tujuan yang jelas, yaitu menuju masyarakat yang adil dan makmur yang memiliki rasa:

1.      Ketuhanan yang Maha Esa
2.      Kemanusiaan yang adil yang beradab
3.      Persatuan Indonesia
4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Ideologi bangsa Indonesia yang tercermin dan terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 adalah ideologi perjuangan, yaitu ideologi yang sarat dengan jiwa dan semangat perjuangan bangsa untuk mewujudkan negara merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.



B. Pengertian Ketahanan Nasional
Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamis suatu bangsa (Indonesia), berisi keuletan (usaha secara giat) dan ketangguhan dalam arti kekuatan yang menyebabkan seseorang atau sesuatu dapat bertahan kuat, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan, serta gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar Tujuan Perjuangan Nasional.
Kondisi atau keadaan selalu berkembang serta bahaya dan tantangan-tantangan selalu berubah, maka Ketahanan Nasional itu juga harus dikembangkan dan dibina agar memadai dengan perkembangan yang ada. Jadi Ketahanan Nasional adalah dinamik bukan statis.
Ketahanan Nasional adalah tingkat keadaan keuletan dan ketangguhan bangsa dalam menghimpun dan mengerahkan seluruh kemampuan mengembangkan kekuatan nasional yang ada sehingga merupakan kekuatan nasional yang mampu dan sanggup menghadapi segala ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan terhadap keutuhan maupun kepribadian bangsa (Indonesia) dalam mempertahankan kehidupan dan kelangsungan cita-cita/tujuannya.  
Ketangguhan- kekuatan yang menyebabkan seseorang atau Sesutu dapat bertahan kuat menderita atau kuat menanggulangi beban.
Keuletan- usaha secara giat dengan kemauan keras di dalam menggunakan segala kemampuan dan kecakapan untuk mencapai tujuan/ cita-cita.
Identitas- ciri khas suatu negara dilihat secara keseluruhan, yaitu negara yang dibatasi wilayah, penduduk, sejarah, pemerintah, dan tujuan nasionalnya serta peranan yang dimainkannya di dalam dunia internasional.
Integritas- kesatuan yang menyeluruh di dalam kehidupan nasional suatu banga, baik sosial, alamiah, potensi maupun fungsional.
Tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan-
Tantangan merupakan hal atau usaha yang bertujuan atau bersifat menggugah kemampuan.
Ancaman merupakan hal atau usaha yang bersifat mengubah atau merombak kebijaksanaan dan dilakukan secara konsepsional, criminal serta politik.
Hambatan merupakan hal atau usaha yang berasal dari diri sendiri yang bersifat/bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.
Gangguan merupakan hal atau usaha yang berasal dari luar yang bertujuan melemahkan atau menghalangi secara tidak konsepsional.



Pengaruh Aspek Ketahanan Nasional Berbangsan & Bernegara
Karena aspek sosial/kemasyarakatan berjumlah 5, maka dinamakan pancagatra. Yang meliputi: Ipoleksosbudhankam
1.      Ideologi
2.      Politik
3.      Ekonomi
4.      Sosial budaya
5.      Hankam

1.      Pengaruh Aspek Ideologi
Suatu bangsa memerlukan landasan falsafah bagi kelangsungan hidupnya yang sekaligus berfungsi sebagai dasar dan cita-cita atau tujuan nasional yang hendak dicapai. Falsafah tersebut dapat diberikan istilah lain misalnya idiologi, falsafah negara, pandangan hidup dan pandangan dunia, rukun negara, landasan idial, dan sebagainya. Di dalam naskah ini digunakan istilah ideologi.
Dalam naskah ideology bisa diartikan sebagai berikut:
“Perangkat prinsip pengarahan (guiding prinsciple) yang dijadikan dasar serta memberikan arah dan tujuan untuk dicapai di dalam melangsungkan dan mengembangkan hidup dan kehidupan nasional suatu bangsa dan negara”
Keampuhan suatu ideology berantung kepada rangkain nilai yang dikandungnya yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia, baik secara pribadi, makhluk sosial maupun sebagai warga negara sesuai kodrat dan iridat Tuhan Yang Maha Esa. Tiap-tiap bangsa dapat mengembangkan falsafah dan dan ideoloinya sendiri sesuai dengan hakekat kepribadian bangsa tersebut. Ideology negara itu merupakan system nilai ynag mencakup segenap nilai hidup dan kehidupan bangsa serta negara dan bresifat interelasi serta interdependensi.

2.      Pengaruh Aspek Politik
Masalah politik berada didalam konteks negara, karena kekuasaan di dalam suatu negara berpusat pada pemerintahan negara tersebut. Sebagai konsekuensi logic dari uraian tersebut dapat dikatakan bahwa karena pusat kekuasaan di dalam suatu negara berada pada pemerintahannya maka perjuangan memperoleh kekuatan berubah menjadi perjuangan menguasai pemerintah.
Negara berkembang di dalam rangka mengejar ketinggalannya dari negara maju memerlukan proses perubahan atau modernisasi. Keterbelakangan negara tersebut, terutama di bidang ekonomi dan teknologi menyebabkan ketergantungannya kepada bantuan negara maju.

3.      Pengaruh Aspek Ekonomi
Segala kegiatan pemerintah dan masyarakat di dalam pengelolaan factor produksi, yaitu bumi, alam, tenaga kerja, modal, teknologi, dan manajemen di dalam produksi serta distribusi barang dan jasa demi kesejahteraan rakyat, baik fisik material maupun mental spiritual.
Factor yang mempengaruhi ketahanan di bidang ekonomi adalah antara lain tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan terhadap kelangsungan ekonomi suatu bangsa pada hakekatnya ditunjukan kepada factor produksi dan pengolahannya. Karena itu pembinaan ekonomi pada dasarnya merupakan penentuan kebijaksanaan ekonomi dan pembinaan factor produksi serta pengolahannya di dalam produksi dan distribusi barang dan jasa, baik di dalam negeri maupun di dalam hubungannya denga luar negeri.
4.      Pengaruh Aspek Sosial Budaya
Istilah sosial budaya di dalam ilmu pengetahuan menunjuk kepada dua segi utama dari kehidupan bersama manusia, yaitu segi kemasyarakatan dan segi kebudayaan. Untuk keperluan adaptasi dengan lingkungan manusia harus hidup bermasyarakat. Kerja sama tersebut hanya berjalan lancar di dalam keadaan tertib sosial berdasarkan pengaturan sosial budaya dan mekanisme pelaksanaannya yaitu organisasi sosial, yang merupakan produk budaya sekaligus merupakan juga wadah pertumbuhan dan pengejawantahan kebudayaan.
Tipe masyarakat mempunyai empat unsur penting bagi eksistensinya, yaitu struktur sosial, pengawasan sosial, media sosial, dan standar sosial.
5.      Pengaruh Aspek Pertahanan & Keamanan
Pertahanan Keamanan adalah daya upaya rakyat semesta dengan angkatan bersenjata sebagai inti dan merupakan salah satu fungsi utama pemerintah atau negara dalam menegakkan Ketahanan Nasional dengan tujuan mencapai keamanan bangsa dan negara, serta keamanan perjuangannya; dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan dan menggerakan seluruh potensi dan kekuatan masyarakat dalam seluruh bidang kehidupan nasional secara terintegrasi dan terkoordinasi.



Keberhasilan Ketahanan Nasional Indonesia
Kondisi kehidupan nasional merupakan suatu pencerminan Ketahanan Nasional yang mencakup aspek :
ü  Ideologi
ü  Politik
ü  Ekonomi
ü  Sosial Budaya
ü  Pertahanan Keamanan
Kondisi ini harus ada dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan ideal Pancasila dan konstitusional UUD 1945, dan landasan visional wawasan nusantara. Untuk mewujudukan keberhasilan ketahanan nasional setiap warga Negara Indonesia perlu :
1.      Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang disertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala tantangan, ancaman, gangguan, dan hambatan yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta pencapaian tujuan nasional.
2.      Sadar dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideology, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan sehingga setiap warga Negara Indonesia dapat mengeliminir pengaruh tersebut.
Apabila setiap warga Negara Indonesia memiliki semangat perjuangan bangsa, sadar serta peduli terhadap pengaruh yang timbul serta dapat mengeliminir pengaruh tersebut, Ketahanan Nasional Indonesia akan berhasil. Perwujudan Ketahanan Nasional memerlukan satu kebijakan umum dan pengambilan kebijakan yang disebut Politik dan Strategi Nasional (Polstranas) (Lemhanas, 2000).
Demikianlah letak pentingnya pengaruh aspek Pertahanan dan Keamanan Nasional dalam mewujudkan cita-cita nasional, terutama ke arah terwujudnya masyarakat yang berkeadilan dan berkemakmuran. Hal ini menjadi sangat penting sekali terutama pada kondisi bangsa Indonesia yang sedang melakukan reformasi di berbagai bidang dan kondisi bangsa yang sedang mengalami krisis multidimensional dewasa ini. Hakikat tujuan reformasi pada akhirnya adalah perbaikan nasib bangsa agar menjadi lebih sejahtera, makmur, tentram, aman dan damai. Hal yang demikian ini dapat tercapai manakala pertahanan dan keamanan dapat terwujud dengan proporsional dan memadai.

 Daftar Pustaka
Ø  Dr. Nomensen Sinamo, SH,MH, 2012. Pendidikan Kewarganegaraan untuk perguruan tinggi.
Ø  Prof. Dr. H. Kailan, MS. Drs, H. Achmad Zubaidi MSi. 2015. Pendidikan Kewarganegaraan untuk perguruan tinggi
Ø  Prof. Dr. H. Kailan, MS. Drs, H. Achmad Zubaidi MSi. 2002. Pendidikan Kewarganegaraan untuk perguruan tinggi
Ø  A. Muchji Neltje F. Katuuk, 1994, Pendidikan Kewiraan
Ø  A. Muchji Neltje F. Katuuk, 1992, Pendidikan Kewiraan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar