Senin, 17 Desember 2018

Chefchaouen Si “Kota Biru” Di Maroko



Sebuah kota yang terhampar di Pegunungan Rif, barat laut Maroko. Chefchaouen merupakan sebuah kota kecil yang terletak di timur laut Maroko atau sekitar 250 km sebelah timur laut ibukota Rabat, Maroko. Kota ini dihuni sekitar 40.000 jiwa. Chefchaouen sempat berada di bawah kekuasaan Spanyol pada tahun 1920. Kota ini memang berdekatan dengan Tangier, serambi Maroko yang hanya dipisahkan oleh Selat Gibraltar dengan Spanyol.

Jika bangunan – bangunan Santorini di Yunani dan Sidi Bou Said di Tunisia berselimutkan warna putih, Chefchaouen memberikan nuansa yang berbeda. Di Maroko, umumnya masyarakat bisa berbicara bahasa Arab, Darija dan atau Perancis. Uniknya, di Chefchaouen, karena dekat dan sempat berinteraksi dengan Spanyol pada abad ke – 15, masyarakatnya lebih mahir berbahasa Spanyol dan Arab daripada Perancis.

Menurut beberapa catatan sejarah, warna biru pada kota Chefchaouen ini merupakan sisa sejarah abad ke – 15. Saat para pengungsi Yahudi lari dari penguasaan Spanyol dan menetap di Chefchaouen. Mereka membawa tradisi mewarnai semua barang dengan warna biru, untuk menyamakan dengan langit dan mengingatkan mereka kepada Tuhan.


Kota Chefchaouen berkonsep kota tua, atau madinah qodimah. Sehingga untuk mengelilingi Kota Chefchaouen, kita hanya bisa bersepeda atau berjalan kaki saja. Penghasilan utama masyarakat Chefchaouen bergantung pada pariwisata dan pertanian. Chefchaouen sudah menjadi tujuan turis dunia di Maroko, selain Casablanca dan Marrakesh. Selain keunikan bangunan, ada pula yang menarik perhatian yaitu cara mereka berpakaian, khususnya para pria. Kaum pria di Chefchaouen setiap harinya menggunakan jubah yang dikenal dengan nama Djellaba. Djellaba, juga menjadi ciri khas dari Kota Chefchaouen. Jubah panjang hangat yang setiap saat dikenakan untuk melindungi tubuh dari udara dingin yang menusuk, dan angin gurun yang kencang. 

Djellaba pada awalnya dibuat khusus sebagai pakaian bertarung. Untuk memudahkan pergerakan, djellaba kemudian dibuat lebih pendek dengan ukuran yang lebih besar. Kini, djellaba menjadi pakaian sehari – hari, bahkan untuk pergi ke masjid. Djellaba khas Kota Chefchaouen dibuat secara tradisional menggunakan alat pemintal, layaknya kerajinan tenun di Indonesia. Djellaba, yang menjadi ciri khas Chefchaouen wajib masuk ke daftar oleh – oleh jika kita sedang bertandang ke Maroko. Chefchaouen, kota cantik yang menjadi pembuka perjalanan di Jazirah Islam kali ini sungguh meninggalkan kesan.

Nuansa biru di Kota Chefchaouen ternyata juga memiliki banyak makna lainnya. Penduduk setempat mempercayai warna biru adalah warna suci dan ungkapan rindu terhadap kampong halaman mereka. Daya Tarik lainnya adalah kita juga bisa berkeliling menuju perkebunan ganja yang sangat luas dengan menggunakan Grand Taxi atau Taksi Besar disana. Untuk informasi, ganja dilegalkan di Kota Chefchaouen.

Uniknya lagi, warna biru pada jalan – jalan kota juga berfungsi sebagai petunjuk jalan. Ada banyak gang di kota ini yang sering membingungkan. Oleh karena itu, ada pengaturan tertentu. Ketika kita menemukan jalan yang di cat biru, tandanya kita berada pada jalur yang mengarah pada jalan buntu. Dan untuk menjaga keindahannya, seluruh warga Chefchaouen melakukan pengecatan sekitar tiga kali dalam setahun. Kami membuat tim khusus yang terdiri dari 3 sampai 4 orang yang bekerja secara mandiri untuk mengecat daerah sekitar tempat tinggal dengan warna yang telah menjadi simbol kota ini.


Saat ini kota Chefchaouen telah menjadi salah satu tujuan wisata mancanegara, sekaligus menjadi destinasi belanja yang popular. Barang belanjaan yang wajib di jadikan oleh – oleh dari kotaini adalah wol, pakaian dan selimut yang dibuat dengan teknik tenun. Selain itu, keju kambing lokalnya juga sangat terkenal dan menjadi incaran setiap orang.

Beberapa hal menarik di Kota Chefchaouen, Maroko ialah :
  •           Lorong Biru Medina
    Medina Chefchaouen terkenal dengan lorong – lorong sempit berwarna biru yang besarnya antara dua hingga tiga meter. Menyesatkan diri menusuri jalanan ini seolah berenang, karena dikelilingi oleh warna biru di sekitarnya. Barulah setelah satu atau dua belokan akan menemukan toko atau restoran. Teruskan berjalan dan mendapati bahwa yang utama dari lorong – lorong ini adalah suasana tenang yang dihadirkannya. Tak ada suara bising mobil atau kendaraan bermotor. Jika sempat, naiklah ke atap bangunan tinggi atau Kasbah untuk melihat pemandangan kota Chefchaouen dari ketinggian.
  • Hiking Keliling ChefchaouenSelain menikmati Chefchaouen dengan tersesat di lorong berdinding birunya, pengunjung juga bisa hiking di Pegunungan Rif dan melihat keseluruhan kota Chefchaouen dari ketinggian. Ada beberapa rute yang bisa ditempuh, antara lain ke Akchour dengan lama perjalanan 1,5 jam hiking melewati jembatan dan melihat pemandangan kota Chefchaouen sambil lalu – atau menuju Jebel el – Kelaa (1.616 meter) dengan lama perjalanan Sembilan jam pulang pergi melewati perkebunan ganja. Dianjurkan hiking bersama warga setempat yang tahu jalur dan bisa membantu melewati perkebunan, selain itu juga membantu membawakan persediaan air dan makanan. Rute lainnya adalah menuju Talassemtane National Park. Saat ini sudah ada beberapa operator yang menawarkan paket hiking ke taman nasional ini dan jika punya banyak waktu, bisa bermalam di puncaknya di ketinggian 1.800 meter.
  •          Duduk di Plaza Uta el – HammamBerada di Medina, Plaza Uta el – Hammam dipenuhi oleh kafe dan restoran. Disinilah tempat melepas penat setelah mengeksplorasi kota sambil menikmati makanan atau menyesap the mint. Bila ingin menikmati pemandangan air terjun Ras el Ma di timur Medina, bisa singgah di Bab el – Ansar CafĂ©. Momen terbaik bersantai di sini tentunya saat sunset, ketika matahari lenyap di balik pegunungan.
  •          Mencicipi HammamHammam adalah sebutan untuk tempat orang Maroko membersihkan diri mereka. Mulai dari memijat, menggosok, hingga mandi uap. Bila ingin mencobanya di Chefchaouen, kunjungi Douches Barakat di Onsar. Seharga 10 dirham setara dengan Rp 40.000 , hammam ini terbuka untuk pria dari pukul 8 pagi hingga 12 siang, yang kemudian dibuka khusus bagi wanita dari pukul 12 siang hingga pukul 8 malam. Bila ingin menikmati mandi di hammam eksklusif, cobalah di Lina Ryad & Spa (Ave Hassan 1, buka dari pukul 9 pagi hingga 9 malam) yang juga menyediakan perawatan tubuh lengkap seharga 300 dirham atau setara dengan Rp 1.200.000.
  •          Wisata KulinerSelagi di Chefchaouen, cicipilah tagine dan couscous, karena hidangan khas Maroko ini memiliki varian di setiap kota. Salah satu tempat favorit untuk menikmati hidangan khas adalah Restaurant Tissemlal, yang juga merangkap sebagai tempat penginapan, boleh dilihat di website www.casahassan.com . Tempat ini ramai pengunjung ketika di musim dingin yang datang untuk berebut mencari tempat di samping perapian untuk menghindar dari terpaan angin sambil menyantap berbagai hidangan tradisional seharga mulai dari 90 dirham setara dengan Rp 360.000 hingga 120 dirham setara dengan Rp 475.000.

Sabtu, 17 November 2018

Wisata Literasi


Wisata Literasi
Secara umum, pengertian wisata literasi atau literary tourism ialah jenis atraksi wisata budaya yang di dasarkan pada sebuah karya fiksi atau kehidupan pribadi seseorang pengarang. Dalam pengertiannya adalah mengunjungi tempat-tempat yang menjadi latar sebuah novel, rumah tempat seorang pengarang berproses, hingga ziarah ke makam para pengarang besar yang telah meninggal.

Di beberapa Negara seperti Amerika danEropa, wisata literasi bahkan cukup digemari wisatawan. Bukti terbaik untuk pernyataan di atas adalah Casa di Guilleta di Verona, Italia. Bangunan tua warisan abad ke – 13 tersebut diyakini sebagai salah satu latar tempat dalam karya monumental William Shakespeare, Romeo and Juliet. Tak lepas dari konteks histori – kultural, Casa di Guilleta merupakan salah satu destinasi wisata andalan kota Verona.

Wisata menelusuri kota Dublin di Irlandia yang jadi latar cerita novel Ullyses karya James Joyce. Hingga kini paket wisata menyusuri kota itu masih ada. Selain jadi kunjungan atas dasar literasi, hal seperti ini juga dapat menjadi cara melestarikan keaslian tata kota.

Fakta lain yang tak kalah menarik disajikan dalam literarytourist.com. Situs sebuah travel agent di Amerika Utara tersebut secara khusus menjadikan paket wisata literasi sebagai produk utama yang mereka tawarkan pada wisatawan. Pada tahun 2014 lalu, travel agent  tersebut bahkan membuat paket perjalanan wisata ke Wales sebagai upaya mmperingati 100 tahun kelahiran penyair Dylan Thomas.

Dibandingkan dengan Negara-negara lain di dunia, tingkat literasi anak-anak dan orang dewasa di Indonesia sangat rendah. Kemampuan membaca, berhitung dan pengetahuan sains anak-anak Indonesia berada di bawah Singapura, Vietnam, Malaysia dan Thailand berdasarkan hasil tes PISA (The Programme for International Student Assesment) yang dirilis oleh Organisation for Economic Co – operation and Development (OECD) pada tahun 2016.

Untuk meningkatkan pengetahuan dan kecerdasan anak-anak Indonesia, perlu dilakukan sebuah metode yang mampu diterima oleh mereka. Salah satunya seperti wisata literasi ini. Mengisi liburan dengan cara yang produktif, berkualitas sekaliagus menyenangkan. Wisata dimana orang yang berlibur mengisi waktunya dengan membaca dan menulis. Membaca disini dapat diartikan sebagai membaca buku, jurnal, majalah, surat kabar atau juga pergi ke suatu tempat untuk mencari informasi baru yang belum pernah kita dengar atau ketahui. Seperti mengunjungi took buku, datang ke perpustakaan atau membaca fenomena yang terjadi dalam kehidupan masyarakat untuk kemudian dijadikan sebagai bahan tulisan. Sedangkan menulis, dapat dilakukan bukan hanya disebuah ruangan, tetapi dimanapun sepanjang itu nyaman atau tidaknya digunakan untuk menulis.

Ditengah kemacetan, daripada berkeluh kesah dengan kemacetan yang parah, lebih baik digunakan untuk membaca buku, Koran atau berita dari media online seperti detik.com, seputarindonesia.com dan lain – lain. Bagi yang memiliki buku, dapat membawa buku – buku yang kita sukai dari rumah. Buku – buku yang cocok dibaca di perjalanan seperti cerpen, novel atau buku – buku pelajaran untuk mengisi waktu luang yang kita miliki. Selain membaca, kita juga bisa melakukan aktivitas seperti menulis.

Berikut ini adalah tempat – tempat yang bisa dijadikan untuk wisata literasi :
1.      Taman Tabebuya
Terletak di jalan Moh. Kahfi I, taman ini sangat mudah ditemukan karena letaknya di jalan utama. Memiliki fasilitas yang baik seperti gazebo yang difungsikan sebagai perpustakaan mini. Berisi kurang lebih 100 koleksi buku.

2.      Taman Mini Indonesia Indah
TMII mulai dibangun pada tahun 1972. 3 tahun kemudian tepatnya tanggal 20 April 1975, TMII pun diresmikan. Disana terdapat anjungan setiap daerah, bangunan keagamaan, dan sarana rekreasi seperti Istana anak-anak Indonesia, kereta gantung, perahu angsa arsipel Indonesia, sky world Indonesia, dan lain-lain.

3.      Seaworld Ancol Jakarta
Tempat untuk memperkenalkan biota laut. Berbagai biota ditampilkan dalam 28 akuarium dengan kategori yang berbeda dan berlabel informasi mengenai biota lau yang ada.

4.      Kebun Binatang Safari
Terdapat di desa Cibeureum wilayah kecamatan Cisarua, Bogor, Jawa Barat. Dengan konsepnya yang seperti hutan dan membiarkan hewan yang ada disana hidup seperti berada pada habitat mereka masing-masing.

5.      Kebun Raya Bogor
Kebun Raya pertama di Asia Tenggara ini secara resmi mulai dibangun tahun 1817. Terdapat 15,000 spesies tanaman yang terdapat di dalam Kebun raya ini.

6.      Taman Bunga Nusantara
Lokasi yang berada di ketinggian membuat taman ini memiliki udara yang sangat sejuk khas daerah pegunungan. Objek wisata ini menawarkan berbagai taman yang mempunyai daya Tarik tersendiri dan keunikan masing-masing, seperti taman air, taman mawar, taman perancis, taman  rahasia (Labyrinth), taman bali, taman mediterania, taman palem, taman gaya jepang, taman rumah kaca, dan terdapat hamparan karpet yang tersusun dari bunga-bunga yang berwarna-warni tersusun rapih menyerupai karpet.

7.      Faunaland Ancol Jakarta
Berdiri diatas lahan dengan luas sekitar 5 hektar yang terdiri dari daratan dan perairan. Faunaland mengusung konsep Papua yang merupakan perpaduan antara benua Australia dan Asia untuk menciptakan keindahan fauna, flora dan seni budaya regional.

8.      Pasar Seni
Tidak cuma menyajikan kerajinan dan seni, disini juga ada akademi seni yang merupakan pendidikan seni. Pengunjung terutama pelajar  akan diajarkan berbagai seni, seperti biola, drum, vocal dan lain-lain.

Wisata literasi juga erat kaitannya dengan wisata edukasi, karena di dalam wisata literasi ada nilai-nilai edukasinya. Jadikan waktu liburan kita bukan hanya sebagai sarana menghabiskan waktu, tapi liburan yang produktif, liburan yang berkualitas, liburan yang memberikan manfaat bagi kita dalam menambah pengetahuan, wawasan atau bahkan menambahkan ilmu kita dalam berkarya.

Sabtu, 20 Oktober 2018

Fenomena Industri Pariwisata di Indonesia


Fenomena Industri Kepariwisataan di Indonesia

Pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah. Hal ini disebabkan pariwisata mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan Indonesia khususnya sebagai penghasil devisa Negara di samping sektor migas. Tujuan pengembangan pariwisata terlihat dengan jelas dalam Intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 tahun 1969, khususnya Bab II pasal 3, yang menyebutkan “Usaha-usaha pengembangan pariwisata di Indonesia bersifat suatu pengembangan “industry pariwisata” dan merupakan bagian dari usaha pengembangan dan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat dan Negara” (Yoeti,1996:151). 

Berdasarkan intruksi Presiden tersebut, dikatakan bahwa tujuan pengembangan pariwisata di Indonesia adalah untuk meningkatkan pendapatan devisa pada khususnya dan pendapatan Negara dan masyarakat pada umumnya., perluasan kesempatan serta lapangan kerja, dan mendorong kegiatan-kegiatan indutri penunjang dan industry-industri sampingan lainnya. Serta memperkenalkan dan mendayagunakan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia. Selain itu juga meningkatkan persaudaraan/persahabatan nasional dan internasional.

Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk mendukung roda perekonomian Negara. Berbagai lokasi wisata dengan beragam budaya yang melekat dapat ditemukan di sepanjang wilayah Bumi Pertiwi kian menarik perhatian pengunjung, baik wisatawan lokal maupun asing. Hal inilah yang menjadi kekuatan bagi pengembangan pariwisata di Indonesia hingga saat ini.

Di sisi lain, era global masa kini memungkinkan terjadinya mobilisasi manusia dengan lebih mudah. Hal tersebut kemudian berimbas pada semakin mudah dan derasnya pertukaran informasi yang terjadi. Perubahan yang diiringi dengan pesatnya perkembangan teknologi tersebut kemudian mengundang perhatian berbagai sektor industry untuk memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT) demi mengangkat performa mereka, termasuk dalam sektor pariwisata.

Saat ini, sektor pariwisata Indonesia berkontribusi untuk kira-kira 4% dari total perekonomian. Pada tahun 2019, Pemerintah Indonesia ingin meningkatkan angka ini dua kali lipat menjadi 8% dari PDB, sebuah target yang ambisius yang mengimplikasikan bahwa dalam waktu 4 tahun mendatang, jumlah pengunjung perlu ditingkatkan dua kali lipat menjadi kira-kira 20 juta. Dalam rangka mencapai target ini, Pemerintah akan berfokus pada memperbaiki infrastruktur Indonesia ( termasuk infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi ), akses, kesehatan dan kebersihan dan juga merevisi kebijakan akses visa gratis di 2015 untuk menarik lebih banyak turis asing.

Dengan bertambahnya jumlah kedatangan turis asing ( baik turis maupun pebisnis asing ) dikombinasikan dengan pertumbuhan dengan pertumbuhan investasi, ada permintaan yang meningkat sebesar +5% dan pertumbuhan investasi, ada yang meningkat untuk hotel dan kondominium ( yang menggabungkan ciri-ciri apartemen dan hotel ), dan juga tempat-tempat koonferensi dan pameran. Apabila target Pemerintah menyambut 20 juta turis asing pada 2020 tercapai maka ada kebutuhan besar untuk industri perhotelan Negara ini. Terlebih lagi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang sudah dimulai pada akhir tahun 2015, mengimplikasikan hubungan dagang yang lebih intensif di wilayah ASEAN ( mengakibatkan semakin besarnya permintaan untuk akomodasi hotel, dll ).

Di samping itu, pengembangan kepariwisataan juga bertujuan untuk memperkenalkan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia. Ini berarti pengembangan pariwisata di Indonesia tidak terlepas dari potensi yang dimiliki oleh Indonesia untuk mendukung pariwisata tersebut. Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat menarik. Keragaman budaya ini dilatari oleh adanya agama, adat istiadat yang unik, dan kesenian yang dimiliki oleh setiap suku yang ada di alam pegunungan (pedesaan), alam bawah laut, maupun pantai. Kebudayaan Indonesia agarbisa dinikmati sebagai daya Tarik bagi wisatawan memerlukan sarana pengungkap. Artinya, agar orang lain memahami kebudayaan Indonesia diperlukan suatu alat pengungkap yang mampu mendeskripsikan kebudayaan itu tiada lain bahasa, yang dalam hal ini adalah bahasa Indonesia. Kebudayaan dalam arti luas sebagai hasil cipta karsa dan karya manusia tentu akan terus berkembang peradaban manusia dan perkembangan zaman. Oleh karena itu, pesatnya perkembangan pariwisata di Indonesia juga membawa implikasi terhadap perkembangan kebudayaan Indonesia termasuk perkembangan bahasa Indonesia sebagai sarana pengungkapan kebudayaan Indonesia.

Indonesia memiliki keberagaman yang sangat bervariasi, 300 suku dengan 742 dialek, 8 situs warisan dunia serta hewan-hewan endemic asli Indonesia. Indonesia memiliki potensi yang begitu besar, sehingga Pemerintah membuat sektor prioritas pembangunan yang di dalamnya termasuk sektor pariwisata.

Dari rencana pembangunan prioritas tersebut, ditetapkan 10 destinasi wisata prioritas yang dapat menjadi tempat wisata baru bagi turis local maupun mancanegara, yaitu :
1.      Danau Toba, Sumatera Utara
2.      Tanjung Kelayang, Bangka Belitung
3.      Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
4.      Tanjung Lesung, Banten
5.      Borobudur, Jawa Tengah
6.      Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur
7.      Mandalika, Nusa Tenggara Barat
8.      Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
9.      Wakatobi, Sulawesi Tenggara
1.      Pulau Morotal, Maluku Utara

Untuk membantu percepatan pengembangan pariwisata Indonesia, pemerintah sudah mulai membuka pintu bagi penanam modal asing di beberapa sektor pariwisata yang presentase modalnya dapat mencapai 100% seperti hotel bintang tiga sampai lima, wisata bahari, kelab malam, restoran, bartaman rekreasi, dsb.

Namun tentunya dengan perlu dikembangkannya beberapa destinasi wisata di Indonesia, juga perlu dikembangkan sektor lain sebagai pendukung pariwisata di Indonesia seperti kesiapan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi serta infrastruktur di sekitar destinasi wisata, kesehatan dan kebersihan, dan sektor-sektor lain.

Pariwisata Indonesia menempati posisi ke – 50 dalam peringkat Negara pariwisata dunia. Sedangkan untuk lingkup Asia, Indonesia mengalami peningkatan dari peringkat 12 menjadi 11. Dan untuk lingkup ASEAN, Indonesia tetap menempati peringkat ke – 4 sejak tahun 2013 – 2015.