Sabtu, 20 Oktober 2018

Fenomena Industri Pariwisata di Indonesia


Fenomena Industri Kepariwisataan di Indonesia

Pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah. Hal ini disebabkan pariwisata mempunyai peran yang sangat penting dalam pembangunan Indonesia khususnya sebagai penghasil devisa Negara di samping sektor migas. Tujuan pengembangan pariwisata terlihat dengan jelas dalam Intruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 tahun 1969, khususnya Bab II pasal 3, yang menyebutkan “Usaha-usaha pengembangan pariwisata di Indonesia bersifat suatu pengembangan “industry pariwisata” dan merupakan bagian dari usaha pengembangan dan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat dan Negara” (Yoeti,1996:151). 

Berdasarkan intruksi Presiden tersebut, dikatakan bahwa tujuan pengembangan pariwisata di Indonesia adalah untuk meningkatkan pendapatan devisa pada khususnya dan pendapatan Negara dan masyarakat pada umumnya., perluasan kesempatan serta lapangan kerja, dan mendorong kegiatan-kegiatan indutri penunjang dan industry-industri sampingan lainnya. Serta memperkenalkan dan mendayagunakan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia. Selain itu juga meningkatkan persaudaraan/persahabatan nasional dan internasional.

Pariwisata di Indonesia merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk mendukung roda perekonomian Negara. Berbagai lokasi wisata dengan beragam budaya yang melekat dapat ditemukan di sepanjang wilayah Bumi Pertiwi kian menarik perhatian pengunjung, baik wisatawan lokal maupun asing. Hal inilah yang menjadi kekuatan bagi pengembangan pariwisata di Indonesia hingga saat ini.

Di sisi lain, era global masa kini memungkinkan terjadinya mobilisasi manusia dengan lebih mudah. Hal tersebut kemudian berimbas pada semakin mudah dan derasnya pertukaran informasi yang terjadi. Perubahan yang diiringi dengan pesatnya perkembangan teknologi tersebut kemudian mengundang perhatian berbagai sektor industry untuk memanfaatkan Information and Communication Technology (ICT) demi mengangkat performa mereka, termasuk dalam sektor pariwisata.

Saat ini, sektor pariwisata Indonesia berkontribusi untuk kira-kira 4% dari total perekonomian. Pada tahun 2019, Pemerintah Indonesia ingin meningkatkan angka ini dua kali lipat menjadi 8% dari PDB, sebuah target yang ambisius yang mengimplikasikan bahwa dalam waktu 4 tahun mendatang, jumlah pengunjung perlu ditingkatkan dua kali lipat menjadi kira-kira 20 juta. Dalam rangka mencapai target ini, Pemerintah akan berfokus pada memperbaiki infrastruktur Indonesia ( termasuk infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi ), akses, kesehatan dan kebersihan dan juga merevisi kebijakan akses visa gratis di 2015 untuk menarik lebih banyak turis asing.

Dengan bertambahnya jumlah kedatangan turis asing ( baik turis maupun pebisnis asing ) dikombinasikan dengan pertumbuhan dengan pertumbuhan investasi, ada permintaan yang meningkat sebesar +5% dan pertumbuhan investasi, ada yang meningkat untuk hotel dan kondominium ( yang menggabungkan ciri-ciri apartemen dan hotel ), dan juga tempat-tempat koonferensi dan pameran. Apabila target Pemerintah menyambut 20 juta turis asing pada 2020 tercapai maka ada kebutuhan besar untuk industri perhotelan Negara ini. Terlebih lagi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yang sudah dimulai pada akhir tahun 2015, mengimplikasikan hubungan dagang yang lebih intensif di wilayah ASEAN ( mengakibatkan semakin besarnya permintaan untuk akomodasi hotel, dll ).

Di samping itu, pengembangan kepariwisataan juga bertujuan untuk memperkenalkan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia. Ini berarti pengembangan pariwisata di Indonesia tidak terlepas dari potensi yang dimiliki oleh Indonesia untuk mendukung pariwisata tersebut. Indonesia memiliki keragaman budaya yang sangat menarik. Keragaman budaya ini dilatari oleh adanya agama, adat istiadat yang unik, dan kesenian yang dimiliki oleh setiap suku yang ada di alam pegunungan (pedesaan), alam bawah laut, maupun pantai. Kebudayaan Indonesia agarbisa dinikmati sebagai daya Tarik bagi wisatawan memerlukan sarana pengungkap. Artinya, agar orang lain memahami kebudayaan Indonesia diperlukan suatu alat pengungkap yang mampu mendeskripsikan kebudayaan itu tiada lain bahasa, yang dalam hal ini adalah bahasa Indonesia. Kebudayaan dalam arti luas sebagai hasil cipta karsa dan karya manusia tentu akan terus berkembang peradaban manusia dan perkembangan zaman. Oleh karena itu, pesatnya perkembangan pariwisata di Indonesia juga membawa implikasi terhadap perkembangan kebudayaan Indonesia termasuk perkembangan bahasa Indonesia sebagai sarana pengungkapan kebudayaan Indonesia.

Indonesia memiliki keberagaman yang sangat bervariasi, 300 suku dengan 742 dialek, 8 situs warisan dunia serta hewan-hewan endemic asli Indonesia. Indonesia memiliki potensi yang begitu besar, sehingga Pemerintah membuat sektor prioritas pembangunan yang di dalamnya termasuk sektor pariwisata.

Dari rencana pembangunan prioritas tersebut, ditetapkan 10 destinasi wisata prioritas yang dapat menjadi tempat wisata baru bagi turis local maupun mancanegara, yaitu :
1.      Danau Toba, Sumatera Utara
2.      Tanjung Kelayang, Bangka Belitung
3.      Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
4.      Tanjung Lesung, Banten
5.      Borobudur, Jawa Tengah
6.      Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur
7.      Mandalika, Nusa Tenggara Barat
8.      Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
9.      Wakatobi, Sulawesi Tenggara
1.      Pulau Morotal, Maluku Utara

Untuk membantu percepatan pengembangan pariwisata Indonesia, pemerintah sudah mulai membuka pintu bagi penanam modal asing di beberapa sektor pariwisata yang presentase modalnya dapat mencapai 100% seperti hotel bintang tiga sampai lima, wisata bahari, kelab malam, restoran, bartaman rekreasi, dsb.

Namun tentunya dengan perlu dikembangkannya beberapa destinasi wisata di Indonesia, juga perlu dikembangkan sektor lain sebagai pendukung pariwisata di Indonesia seperti kesiapan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi serta infrastruktur di sekitar destinasi wisata, kesehatan dan kebersihan, dan sektor-sektor lain.

Pariwisata Indonesia menempati posisi ke – 50 dalam peringkat Negara pariwisata dunia. Sedangkan untuk lingkup Asia, Indonesia mengalami peningkatan dari peringkat 12 menjadi 11. Dan untuk lingkup ASEAN, Indonesia tetap menempati peringkat ke – 4 sejak tahun 2013 – 2015.