Jumat, 04 Oktober 2019

5 Jurnal Kewirausahaan


  1. Pengaruh Orientasi Kewirausahaan Pada Perusahaan Makanan dan Minuman di Surabaya
     Elia Quantananda dan Bambang Haryadi

Permasalah : Orientasi Kewirausahaan dari Pemilik Perusahaan dapat mempengaruhi kinerja bisnis.
Teori : 
Orientasi Kewirausahaan terbagi atas 3 Dimensi, antara lain (Marques et al, 2011; Kobia & Sikalich, 2010.
Kesimpulan : 
Setiap perusahaan UMKM yang bergerak pada industry makanan dan minuman mengalami peningkatan kinerja bisnis setiap tahun dari kurun waktu tahun 2011 sampai tahun 2013.


2. Kebab Tangu (Keripik Bakso Bercampur Talas (Ungu) Camilan Tanpa Pewarna Yang Enak, Gurih dan bergizi

Nenti Diah Kusuma
Santi Tri Rahayu
Annisa Septianita


Permasalahan : Dengan bahan alami yang digunakan maka harus memasarkan dengan harga yang relative murah dan terjangkau, sehingga dapat menjadi suatu usaha kewirausahaan bagi mahasiswa yang dapat memberikan keuntungan lebih.

Teori : Khonsam (2002) tentang salah satu factor yang menentukan sumber daya manusia yang berkualitas adalah pangan yang bergizi, yang diperoleh melalui konsumsi pangan yang baik.

Kesimpulan : Pembuatan keripik bakso talas ungu merupakan salah satu cara bagi mahasiswa untuk menggali keterampilan, semangat dan jiwa kewirausahaan.

3. Bakso Kebab Bakar : Inovasi Kuliner Khas kota Malang Menjadi Modern Sebagai Upaya Pelestarian Kuliner Bangsa

Elvina Wulandari
Elok Zubaidah



Permasalahan : Dari berbagai bisnis kuliner yang ada, masih sedikit kuliner yang mengemas makanan khas daerah menjadi makanan yang modern dan cepat saji dengan memperhatikan kandungan gizi di dalamnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kesibukan.

Teori : Strategi pemasaran dilakukan dengan berdasarkan bauran pemasaran 4P, yaitu : product, price, place, promotion.

kesimpulan : Usaha ini mengembangkan dan menginovasi bakso bakar ke dalam bentuk yang cepat saji, modern, serta praktis.

4. Usaha Mikro Pedagang Kaki Lima Makanan dan Minuman Dalam Meningkatkan Perekonomian Keluarga.

Risnaningsih
Sjheny Tanuwijaya



Permasalahan : Permasalahan yang dihadapi oleh kedua mitra usaha adalah kurangnya modal usaha, peralatan yang rusak, tenda yang digunakan bocor, desain banner masih sangat sederhana.

Teori : McGee dan Yeung (1977) pedagang kaki lima sendiri mempunyai arti yang sama dengan ‘hawkers’ yang didefinisikan sebagai orang-orang yang menawarkan barang dan jasa untuk dijual di tempat umum, terutama pinggir jalan dan trotoar.

Kesimpulan : Mitra usaha dapat mengetahui kiat sukses berwirausaha dan cara membuat laporan keuangan untuk usaha mikro.

5. Tinjauan Terhadap Strategi Pengembangan Usaha Rumah Makan Solok Permai

Rian Hidayat

Permasalahan : Upaya pengembangan usaha yang telah dilakukan oleh Rumah Makan Solok Permai.

Teori : Peter F. Drucker dalam Suryana (2013:13) kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

Kesimpulan : Harus memiliki modal dan tenaga kerja yang seimbang. Modal yang baik akan memperlancar usaha, dan tenaga kerja yang cukup mampu membantu berjalannya usaha tersebut.